Kamis, 12 Januari 2023

Sejarah Kue Soes

 


Kue sus (bahasa Belanda: soes) adalah kue berbentuk bundar dengan rongga berisi fla (vla), custard, atau daging. Kue sus dengan isi vla atau custard disajikan setelah didinginkan di lemari es, karena vla atau custard yang berbahan baku susu mudah menjadi basi. Kue sus dalam bahasa Prancis disebut choux à la crème. Bentuk kue yang bundar seperti kubis menjadikan kue ini disebut choux (bahasa Prancis untuk kol).

Sejarah penemuan kue sus berawal dari seorang kepala koki Catherine de Medici dari Florence yang bernama Pantanelli menemukan choux pastry pada tahun 1540. Dalam bahasa Prancis, kata 'choux' memiliki arti yaitu kol. Sekilas kue ini berbentuk seperti kol yang berbentuk tidak beraturan sehingga nama kue ini menjadi choux pastry atau kue sus dalam bahasa Indonesia. Kata 'soes' sendiri diwariskan sejak era kolonial Belanda. Hidangan ini menjadi hidangan istimewa bagi keluarga kerajaan saat Pantanelli bekerja di dapur kerajaan.

Pada saat itu Pantanelli membuat kue sus hanya kulit luarnya saja, tidak memiliki isian. Sekitar dua abad kemudian, choux pastry atau kue sus mengalami perkembangan sehingga memiliki isian di dalam kue. Di negara Perancis dan Italia, kudapan ini berisi dengan isian manis seperti whipped cream, pastry cream, es krim, dan custard. Pada bagian atasnya, kudapan ini dihias dengan gula bubuk, karamel,atau saus cokelat.


Penasaran ga nih dengan rasa Kue Soes yang manis,dengan sentuhan coklat lumer,yuk langsung cek dan kepoin aja disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar